Warga Sedayu Dilarang Setrum Ikan di Sungai

691
Bhabinkamtibmas Desa Argomulyo, Bripka Ekwan Setiawan SE, mendatangi warga untuk sosialisasi dan pembinaan agar jangan melakukan kegiatan setrum ikan  di wilayah Sedayu, Selasa (09/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejak beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kecamatan Sedayu membuat imbauan bagi pasangan pengantin di  wilayah ini untuk bisa melakukan kegiatan tabur ikan ke sungai dan tanam pohon. Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap  pelestarian ekosistem dan upaya menjaga lingkungan.

Namun ternyata, di balik antusiasme warga menabur ikan dan tanam pohon, masih ada sebagian yang justru merusaknya dengan kegiatan setrum ikan. Terbukti beberapa hari lalu di Sungai Konteng ditemukan banyak ikan mati. Diduga kuat ikan tersebut  mati disetrum.

Melihat kondisi yang ada Panit I Bhinmas Polsek Sedayu Iptu Agus Supraja meminta anggotanya, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas)  Desa Argomulyo, Bripka Ekwan Setiawan SE, melakukan kegiatan sambang warga sekaligus melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang larangan setrum ikan, Selasa (09/01/2018).

“Kita semua harus melindungi ekosistem yang ada dan menjaga kelestarian lingkungan. Maka kegiatan setrum harus dihindari. Dari sekian warga Sedayu, tentu masih ada yang belum paham tentang aturan ini. Untuk itulah saya minta Bhabin melakukan kegiatan persuasif dengan sosialisasi  dan pembinaan ke rumah-rumah warga di wilayahnya,” kata Iptu Agus.

Dengan demikian diharapkan muncul kesadaran dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari kerusakan akibat ulah manusia itu sendiri.

Sementara itu Bripka Ekwan terlihat mendatangi  beberapa rumah warga Salah satunya Ngad (55) warga Sorobayan yang ternyata mengaku belum mengetahui aturan tersebut. “Saya tidak tahu setrum ikan itu dilarang,” katanya.

Selama ini dirinya melakukan kegiatan setrum ikan untuk mencari penghasilan di saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sedang sepi. “Setelah diberitahu tentang aturan hukum yang ada, maka saya berjanji tidak melakukan kegiatan serupa,” tandasnnya.

Persuasif

Secara terpisah Camat Sedayu Drs Fauzan Muarifin memberikan apresiasi dan dukungan  terhadap petugas kepolisian yang  melakukan tindakan persuasif dengan pembinaan warga. Juga melakukan sosialisasi aturan mengenai larangan  setrum ikan di Sedayu.

“Saya mengimbau semua warga agar ikut menjaga ekosistem sungai di Sedayu. Jangan melakukan kegiatan yang merusak seperti setrum, pakai obat karena itu melanggar UU,”kata Camat Fauzan.

Adapun aturan yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 31/2004 Pasal 84 ayat 1 Jo Undang-Undang Nomor 45/2009 pasal 85 tentang Perikanan.

Demikian pula Bupati Bantul Drs H Suharsono telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang larangan melakukan kegiatan setrum ikan, menggunakan apotas atau obat-obatan lain.

Juga larangan menggunakan jala besar saat mencari ikan di sungai. “Saya larang hal itu karena merusak ekosistem yang ada,” kata Bupati.

Seperti matinya ikan-ikan kecil yang semestinya belum layak konsumsi ataupun biota  sungai lain. “Bahkan saya sendiri dan beberapa pihak terkait telah melakukan tebar benih ikan di sungai, jadi ayo kita jaga bersama,” tandas Bupati.

Kelak  ketika ikan yang ada sudah besar  akan bermanfaat untuk kegiatan mancing bersama, menambah kerukunan warga,  sebagai sarana hiburan, selain tentunya menambah gizi masyarakat. “Semua bisa memanfaatkan dan memancing ikan yang ada di sungai itu secara gratis,” kata dia. (sol)