Warga Tak Sabar Minta Bandara Segera Dibangun

204
Warga tergabung dalam Gerbang Bintang Selatan mendesak bandara segera dibangun. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Dijadwalkan pekan ini tiang-tiang pancang yang  akan digunakan untuk fondasi pembangunan NYIA (New Yogyakarta International Airport) diangkut ke wilayah Temon Kulonprogo.

Pimpro Pembangunan Bandara NYIA PT AP,   Sujiastono,  Senin (11/12/2017) di Temon menjelaskan, pembangunan gedung dimulai lebih awal karena lebih rumit dibanding landasan pacu.

Di saat bersamaan Kantor Direksi PT Pembangunan Perumahan (PT PP) didatangi seratusan warga Kulonprogo yang menamakan diri Gerbang Bintang Selatan.

Mereka merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat Kulonprogo, yang tidak sabar menunggu pembangunan bandara karena tidak kunjung dimulai.

Bahkan mereka menyatakan akan membentuk Pam Swakarsa untuk mendukung pembangunan bandara bila ada pengganggunya.

Sujiastono menegaskan pembangunan bandara jalan terus sesuai jadwal. Saat ini masuk tahap pembersihan lahan.

Terkait masih adanya warga yang bertahan tidak mau keluar, Sujiastono menyatakan tidak terlalu mengganggu.

“Proyek segera dapat berjalan. Kan lahan kosong sudah sangat luas sehingga lahan bisa dikerjakan segera. Kita ada target Maret 2019 bisa difungsikan. Namun saya berharap yang masih belum keluar ya segera keluarlah,”  ujarnya.

Mengenai adanya mahasiswa yang menolak dan ada warga yang mendukung bahkan mendesak agar pembangunan segera dimulai, menurut dia,  semua bisa dimaklumi.

Sujiastono menegaskan pihaknya akan bekerja sesuai prosedur atau SOP. “Saya berharap yang menolak segera menerima. Sementara yang mendukung saya ucapkan terima kasih  dan agar bersabar. Tidak perlu gaduh,”  katanya.

Saat demo mendukung bandara, warga datang dengan mobil dan motor. Beberapa tokoh di Kulonprogo selatan seperti Tony Heri Prasetya,  Gendut Winarto,  Nasib Wardoyo terlihat berorasi.

Tony minta agar pembangunan segera dilakukan. “Tolong ingat pesan Presiden Jokowi agar dalam melaksanakan pembangunan melibatkan masyarakat setempat. Bandara NYIA sudah ditunggu masyarakat Kulonprogo untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Seperti disampaikan Nasib Wardoyo, Polri agar menindak tegas oknum-oknum yang menghambat pembangunan.

Sedangkan Gendut Winarto mengatakan bila diizinkan pihaknya akan membentuk Pam Swakarsa dan menyingkirkan provokator yang datang dari  luar Kulonprogo.

“Kami orang Kulonprogo merasa tersinggung dengan mereka yang datang dan memprovokasi warga,” teriak Gendut Winarto. (sol)