Warga terdampak Bandara Keberatan Pindah di Bulan Suro

203
Belasan warga terdampak proyek bandara di Kulonprogo, menemui Bupati Hasto Wardoyo, Kamis (14/09/2017). Mereka keberatan kalau harus pindah rumah di bulan Suro. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sekelompok warga terdampak NYIA merasa keberatan untuk pindah rumah ke area relokasi sebagaimana diperintahkan PT Angkasa Pura I.

Keberatan warga, lantaran kebanyakan rumah relokasi belum siap pekan ini. Sedangkan untuk pindahan pekan depan sudah memasuki bulan Jawa Sura. Masyarakat masih percaya, pindahan rumah saat bulan Sura tidak baik dilakukan.

Guna menyampaikan keberatan mereka, warga dipimpin oleh Kades Glagah Agus Parmono menemui Bupati Kulonprogo Kamis (14/09/2017).

Kepada Bupati Hasto Wardoyo, Agus menyatakan, warga sudah menerima surat perintah dari PT Angkasa Pura, agar segera mengosongkan rumah di kawasan bandara paling lambat 22 September 2017. Namun warga meminta, agar pengosongan bisa sedikit ditunda.

Baca Juga :  Wabup Beri Peringatan Guru Bersertifikasi

Disamping rumah relokasi belum siap, mereka juga menyatakan belum adanya kejelasan fasilitas umum, termasuk area pemakaman serta yang lainnya.

“Kalau boleh paling cepat bulan Sapar nanti.  Sapar nanti kami pindah. Kami minta Bapak Bupati bedol Desa bulan Sapar ini,”kata Kades Glagah Agus Pramono mengulang kalimat.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, mengajak warga untuk memandang persoalan dengan jernih. Hasto meminta semua warga bersama-sama mencari solusi terbaik.

Untuk mendapatkan solusi terbaik, Jumat (hari ini) Bupati akan ke lapangan dan melihat langsung kondisi yang terjadi. Bupati juga akan mengecek ke lokasi relokasi.

“Masukan akan kami bawa ke PT. Angkasa Pura I. Jumat pagi kita bisa ke lapangan, setelah itu kita bisa menemui manajemen Angkasa Pura,” kata Bupati.

Baca Juga :  Selama Sebulan Tentara Tinggal di Rumah Warga

Kepada para kades terdampak bandara, Bupati menyampaikan agar warga semua berusaha menerima keadaan. Dengan keyakinan dan usaha adanya bandara akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi anak cucu. “Kita sekarang prihatin, semoga anak cucu kita yang mendapat bahagia. Dengan usaha tentu saja, disertai doa kepada Yang Maha Adil,” imbuhnya. (Sri Widodo/SM)