Warga Terpaksa Jual Ternak untuk Beli Air

181
Bersama ACT DIY, Relawan MRI DIY melakukan dropping ke wilayah Gunungkidul, Kamis (26/072018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Beberapa warga Gunungkidul terpaksa menjual ternaknya untuk membeli air bersih. Ini karena persediaan air mulai menipis menyusul datangnya musim kemarau, sejak April silam.

Setidaknya, inilah pengakuan Gunanto, warga Desa Balong Kecamatan Girisubo. Saat ini harga air bersih pada kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 200 ribu per tangki dan tidak sedikit warga membelinya secara iuran swadaya.

Namun demikian, sebagian warga masih bisa bertahan dengan mengandalkan belik, mata air yang berasal dari rembesan air sungai.

Berdasarkan pantauan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), kemarau tahun ini terjadi hingga Oktober mendatang.

Dari asassement Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY dan Relawan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) DIY, di Gunungkidul terdapat sebelas kecamatan mengalami krisis air bersih.

Baca Juga :  Parsel Produk Kecantikan Kian Diburu

Yaitu Kecamatan Rongkop, Tepus, Semin, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Nglipar, Panggang, Semanu, Gedangsari dan Purwosari.

Merespons kekeringan dan krisis air bersih tersebut, pada Rabu (25/07/2018), Tim  ACT DIY  bersama Relawan MRI DIY sejak pagi sudah berada di Gunungkidul.

Dusun Cikal Kecamatan Ngawen dipilih sebagai lokasi pengeboran sumur dan dropping air bersih. Pengeboran sumur ini merupakan program persembahan dari Global Wakaf-ACT untuk membantu permasalahan kekeringan tahunan di wilayah DIY paling selatan itu.

Dalamnya sumber mata air di perbukitan kars itu membuat pengerjaan sumur bor lebih lama, sekitar 14 hari hingga selesai seluruh instalasi dan sumur siap dimanfaatkan warga.

“Dengan kondisi seperti ini, masih banyak titik potensi pembangunan Wakaf Sumur yang dibutuhkan Masyarakat di Gunungkidul apalagi saat memasuki musim kemarau. Semoga masyarakat Indonesia tergerak memberikan wakafnya melalui Global Wakaf,” kata Andri Perdana, Ketua Relawan MRI DIY.

Baca Juga :  Gitar Tak Berdawai Karya Nasirun Mencuri Perhatian

Sedangkan untuk mengurai darurat air bersih yang sifatnya segera, Global Wakaf – ACT  melakukan dropping air bersih tahap pertama yang dimulai Rabu (25/07/2018) di tiga kecamatan yakni Girisubo, Semanu dan Paliyan.

Dropping dilanjutkan Kamis (26/07/2018) dengan membawa 10 tangki, untuk mensuplai tiga kecamatan tersebut. “Rencananya dropping air bersih terus dilakukan sampai selesai musim kemarau Oktober mendatang,” kata Kharis,  penanggung jawab Program Dropping Air Bersih.

Begitu melihat truk-truk tangki yang berdatangan, warga Girisubo terlihat antusias. Mereka bersyukur tandon-tandon air terisi kembali sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan umum. (sol)