Warga Tiga RT Bentangkan Poster di DPRD

171
Warga Dusun Pandak Wijirejo Bantul menggelar aksi protes ke gedung DPRD Bantul, Kamis (06/09/2018) siang. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puluhan warga Dusun Pandak dari tiga RukunTetangga (RT) yaitu RT 05, 06 dan 07 beramai-ramai mendatangi Gedung DPRD Bantul, Kamis (06/09/2018) siang.

Warga menanyakan pembangunan di wilayah mereka, termasuk meminta perbaikan layanan dari pemerintah desa. Beragam poster dibentangkan di depan gedung wakil rakyat tersebut.

Di antaranya berbunyi audit dana desa Wijirejo, kelurahan galak, ora keduman dana desa, 2006 dalan anyar mung lambe, di mana-dana desa, setiap tanya dana desa malah disuruh pindah desa, ganti pamong yang arogan serta protes bernada protes lainnya.

Usai membentangkan beragam poster, warga selanjutnya masuk ruang pertemuan dan diterima Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul, Heru Sudibyo beserta anggota Komisi A, Mbah Sadji.

“Kami merasa warga RT 05 hingga RT 07 Dusun Pandak dianaktirikan pelayanan dan pembangunan di desa yang sebenarnya kami harapkan bisa merata,” kata Jumakir, Ketua RT 07.

Dari dulu warga di RT tersebut berharap pengaspalan dan cor blok namun hanya dijanjikan, hingga kini belum ada realisasi. Sementara di RT lain dilakukan pembangunan. “Kalau kami bertanya jawaban pihak desa tidak mengenakkan,” katanya.

Giyono selaku Ketua RT 06 selain menyoroti jalan yang banyak berlobang di wilayahnya, juga mempersoalkan tanah pelungguh. “Kami berharap tanah pelungguh bisa digarap warga Desa Wijirejo bukan dari tempat lain,” katanya,.

Juru bicara warga, Agung Darmadi, berharap pemerintah Desa Wijirejo memberikan pelayanan yang sama untuk seluruh warganya.

Pembangunan juga hendaknya diakukan merata. “Tidak boleh ada yang dibedakan,” katanya.

Heru Sudibyo akan menampung aspirasi tersebut untuk ditindaklanjuti. “Pada dasarnya pelayanan itu harus sama dan tidak boleh dibeda-bedakan,” tegasnya.

Pada pertemuan tersebut, lanjut Heru, juga ada keluhan tentang pelayanan di Desa Wijirejo. Segala aspirasi akan disampaikan ke Bupati Bantul agar dilakukan pembinaan terhadap lurah dan perangkat desa setempat.

Lurah Desa Wijirejo, Murtadho, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. (sol)