Wartawan Dikeroyok dan Dirampas Ponselnya

Bantul Jadi Ajang Bentrok Bonek dengan Jackmania

166
Wartawan korban pengeroyokan Edy Setyawan melapor ke Polres Bantul, setelah menjadi korban rusuh suporter sepakbola. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kawasan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul menjadi ajang bentrok kerusuhan suporter Persebaya Bonek dengan suporter Persija Jackmania. Bentrokan yang terjadi sejak siang hingga sore, Minggu (03/06/2018), membawa korban wartawan bernama Edy Setyawan (31).

Wartawan media lokal tersebut mengalami tindak kekerasan. Dia dikeroyok oleh sekitar enam orang berbaju hijau, slayer hijau bertuliskan Bonek saat meliput bentrok dua kubu suporter di sebelah utara Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

Edy Setyawan mengalami pemukulan di pipi dan rahang sebelah kiri, dada kiri dan punggung kanan. Selain itu, tangannya juga dipelintir untuk kemudian hapenya merek Xiaomi Note 4 dirampas kemudian pelaku berlari pergi.

“Saat kejadian situasi chaos dan saat itu merupakan bentrokan kedua pukul 12:15. Bentrokan pertama sekitar 10:30. Memang situasi kacau dan jumlah aparat waktu itu tidak sebanding dengan jumlah suporter. Saat saya dikeroyok sepertinya aparat tidak ada yang lihat karena sibuk menghalau suporter yang bentrok,” kata Edy saat membuat laporan ke SPKT Polres Bantul, Minggu (03/06/2018) malam.

Baca Juga :  Air Jadi Daya Pikat Wisata

Saat itu, lanjut Edy, dirinya memang sedang mengambil gambar sebelum akhirnya didatangi massa bonek .Mereka melarang Edy mengambil gambar dan sudah dituruti Edy dengan menyembunyikan hapenya.

Namun belum puas kelompok bonek langsung mengeroyok Edy dan merampas hapenya.Saat itu dirinya memang sendirian di lokasi  karena wartawan lain meliput di sisi stadion yang lain.

Usai menerima laporan, dengan didampingi redakturnya Purwanto saat ini Edy masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik. (sol)