Waspada, Kelelahan Bisa Berakibat Fatal

322
Dr dr H Probosuseno SpPD GER

KORAN BERNAS.ID —Kelelahan jangan dianggap enteng. Bekerja, berolahraga maupun aktivitas lain di luar kemampuan fisik, ternyata harus diwaspadai.

Karena melakukannya dengan gembira, maka lelah sering dianggap sebagai dampak kerja keras yang dilakukannya. “Padahal kelelahan akibat kerja organ-organ tubuh terlalu berat bisa berakibat fatal. Bahkan kemungkinan berakhir dengan kematian,” kata Dr dr H Probosuseno SpPD GER (K) dalam ceramah di depan ibu-ibu Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Cabang Jogja, hari Sabtu (12/08/2017) di Gedung PWI Jogja, Jalan Gambiran.

Menurut doktor ahli Lansia (lanjut usia) RSUP Dr Sardjito tersebut, kewaspadaan itu harus lebih dilakukan terutama bagi lanjut usia.  Banyak kasus seperti itu terjadi, terutama yang secara tidak sadar terkena jantung koroner.

Ada beberapa penyakit yang sebenarnya sudah memberikan sinyal pada yang bersangkutan. Untuk jantung koroner biasanya diawali sesak nafas, badan lemah, cepat lelah. Serangan jantung dadakan biasanya diawali sakit di dada, merembet ke pundak dan naik ke rahang, diikuti keringat dingin. Mengalami  seperti ini  harus segera mendapat pertolongan medik.

Penyakit lain yang memberi sinyal adalah stroke. Orang bisa mendadak perot mulutnya, mendadak lumpuh tangan atau kaki dan bicara pelo. Dalam keadaan seperti ini pasien harus secepatnya dibawa ke rumah sakit.

“Makin cepat ditolong dokter, semakin baik. Setelah langkah awalnya diberi minum empat tablet acetosal. Waktu emasnya tiga jam. Pasien akan sembuh tanpa cacat, atau sembuh dengan cacat fisik,” tambah Probosuseno.

Bagi yang sembuh tanpa cacat jumlah prosentasenya rendah dan itu masuk kategori stroke ringan. Lebih dari waktu tersebut sampai lebih dari enam jam, kemungkinan tertolong kecil. Kalau ada termasuk yang kehilangan mobilitas. Bahkan bisa jadi akan tetap berada di atas tempat tidur sepanjang sisa usianya dan sepenuhnya hidup tergantung orang lain.

Tanda-tanda lain yang harus sejak awal diwaspadai di antaranya jalan sempoyongan, orientasinya terganggu, omongan ngaco, kabur penglihatan, emosi  berubah-ubah, tidur terus dan lain-lain.

Untuk menanggulangi harus selalu menjaga tekanan darah tidak boleh lebih dari 140, kolesterol maupun gula darah harus di bawah 200. Kemudian olahraga 30 menit setiap pagi di antaranya dengan jalan kaki. Tubuh dijaga jangan sampai obesitas. Makan sayur dan buah lima mangkuk, pilih yang banyak seratnya. Asupan nasi sedikit saja.

“Juga hindari rokok, kopi dan stres. Jangan melamun, mudah marah. Gunakan waktu untuk kegiatan positif, menyalurkan hobi maupun silaturahmi yang bisa membuat hati bahagia.

Hal ini dilakukan sejak awal akan sangat baik. Jangan menunggu sampai tua. Dengan sejak muda berperilaku hidup sehat, besar harapan di saat usia semakin tua, akan menjadi lansia sehat dan mandiri. (arie giyarto/sm)