Waspada Saat di Mesin ATM. Kenapa?

259
Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK menggelar pers rilis terkait penipuan yang mencatut Bank BRI di Mapolres Bantul, Selasa (21/11/2017) dengan dua orang tersangka. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dua orang tersangka yang memanfaatkan ATM BRI untuk modus penipuan berhasil dibekuk oleh aparat dari Polres Bantul. Kedua tersangka adalah AA (47 tahun) asal Ciamis dan GY (42 tahun) warga Cibinong, Bogor dihadirkan dalam pers rilis di Mapolres Bantul, Selasa (21/11/2017) siang.

“Kepada masyarakat ketika berada di ATM dan ternyata kartunya rusak atau tertelan, agar hubungi security atau pihak terkait. Jangan mudah percaya dengan orang yang menawarkan bantuan,harus selalu waspada,” kata Kapolres.

Karena kasus ini terjadi akibat korban Rista Daniyati (31 tahun) warga Buyutan Desa Gadingsari pada 19 Oktober lalu hendak transaksi di ATM BRI Cengkiran. Namun ternyata entah kenapa usai transaksi ATM tidak mau keluar dari mesin alias tertelan.

Pada saat itulah AA masuk ke mesin ATM dan meminta korban untuk menelpon ke nomor di stiker biru yang tertempel di mesin ATM yang dikatakan sebagai Call center BRI. Korban menurut dan menghubungi nomor tersebut yang menurut tersangka adalah petugas BRI pusat padahal sesungguhnya adalah GY yang merupakan komplotan AA.

Saat itu Rita dipandu untuk menyebut PIN dan menekan beberapa tombol sesuai instruksi yang diterima dari telpon. Kemudian Rita diminta menghubungi BRI terdekat. Alangkah kagetnya ketika di print out ternyata tabunganya senilai Rp 14,3 juta raib. Mendapati hal tersebut dirinya segera lapor ke polisi dan kedua tersangka berhasil di lacak dan ditangkap pertengahan bulan ini di daerah asalnya.

Petugas juga mengamankan peralatan bantu kejahatan dua tersangka yakni HP, obeng minus, stiker bertuliskan Bank BRI dan nomor pengaduan yang dibuat tersangka, kertas amplas, mika biru, lem G, isolasi, pisau potong adn kunci inggris serta satu unit sepeda motor.

“Jadi mereka tersangka mengakali mesin ATM sehingga nasabah yang usai transaksi tidak bisa keluar kartunya. Mereka kemudian mendatangi korban dan meminta untuk menelpon sesuai nomor di stiker yang juga mereka tempel sendiri di mesin ATM,” paparnya.

Pemasangan stiker dilakukan denagn cepat dan untuk mengakali CCTV mereka menggunakan helm. (yve)