Waspadai Mata Anda Ketika Terasa Mulai Berkabut

315
Prof Dr Suhardjo SpM (baju putih) menjelaskan soal kebutaan karena katarak, Selasa (06/03/2018), di Poli Mata RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ketakutan menjalani operasi katarak menjadi salah satu penyebab kebutaan akibat penyakit tersebut. Alasannya, mata keculek saja sakitnya bukan main apalagi dioperasi. Di DIY angkanya mencapai 9,1 persen dari jumlah penderita yang prevalensinya 2,0 persen.

Penyebab lain karena ketidaktahuan, buta katarak bisa dioperasi atau direhabilitasi.  Juga karena ketidakmampuan pembiayaan. Padahal sebenarnya penderita bisa memanfaatkan BPJS sehingga tidak perlu membayar. Atau memanfaatkan operasl katarak gratis yang sering diselenggarakan.

“Kalau membayar memang mahal. Tarifnya bervariasi. Paling murah Rp 4 juta;” kata Prof Dr Suhardjo SpM, Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) DIY sekaligus Ketua Penanggulangan Kebutaan Akibat Katarak, Selasa (06/03/2018) di Poliklinik Mata RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Didampingi Direktur RS Puri Husada dr FX Soebroto serta sejumlah dokter mata, Prof Suhardjo lebih lanjut mengatakan kemajuan teknologi kedokteran mata sudah canggih sehingga penderita tidak perlu takut. Ada yang tidak melalui operasi tetapi cukup dengan disemprot.

Baca Juga :  Angin Pembaruan 2019 Terasa Makin Kuat

Selain karena asupan makan dengan gizi tidak seimbang, katarak juga dipicu paparan sinar matahari. Karenanya penderita katarak banyak dari kalangan petani dan nelayan yang sehari-harinya terpapar langsung sinar matahari. Suhardjo juga mengingatkan, jangan memandang matahari langsung.

Direktur RS Puri Husada, dr JB Soebroto. (arie giyarto/koranbernas.id)

Mulai berkabut

Katarak ditengarai pandangan matanya mulai berkabut. Ini perlu diwaspadai sebab jika dibiarkan saja bisa menyebabkan low vision dan kalau masih dibiarkan bisa menjadi kebutaan.

Karenanya dia menyarankan, setiap orang yang mengalami tanda-tanda awal, bisa segera memeriksakan kesehatan matanya agar tidak terlambat.

Selain kebutaan karena katarak, kebutaan bisa pula dipicu oleh penyakit diabetus militus (DM) atau  lebih dikenal dengan penyakit gula. Sekarang ini angka penderia DM cenderung makin meningkat.

Komplikasinya bisa ke mana-mana, termasuk kebutaan mata. Saat ini katarak menjadi masalah kesehatan masyarakat, banyak dana harus dikeluarkan pemerintah untuk menanggulanginya.

Baca Juga :  Sejumlah 23 Destinasi Wisata Butuh Sentuhan

Dengan adanya kepedulian pihak swasta untuk membantu mendanai operasi katarak, sehingga penderita tak perlu mengeluarkan biaya alias gratis.

Sejumlah kegiatan digelar dalam rangka Dies Natalis ke-72 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Dies ke-36 RSUP Dr Sardjito, Dies ke-6 RSA  UGM serta Dies ke-90 RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Di antaranya operasi katarak gratis oleh Perdami Yogyakarta di RS Puri Husada Jalan Palagan Sleman dengan dukungan dana dari Yayasan Dharmais Jakarta.

Ini sejalan dengan komitmen Global Vision 2020: The Right to Sight yang dicanangkan WHO. Pada 2020 diharapkan setiap penduduk mempunyai hak untuk dapat melihat secara optimal.

Dijadwalkan  Sabtu (10/03/2018) mulai pukul 08:00 diadakan pemeriksaan mata gratis. Minggu pagi harinya mulai pukul 06:00 pelaksanaan operasi katarak gratis. (sol)