Wayang Antisipasi Bencana

82
Wayang dengan dalang Ki Seno Nugroho menutup acara merti Dusun Tambalan,Gerjen,Kecamatan Pleret bersama anggota DPRD Bantul Amir Syarifudin yang juga diisi sosialisasi tanggap bencana oleh BPBD, Sabtu (22/09/2018) malam hingga Senin (23/09/2018) pagi. (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Berbagai metode dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul untuk mensosialisasikan  Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM). Hal ini perlu dilakukan mengingat Kabupaten Bantul sangat rentan terhadap  berbagai ancaman bencana, mulai gempa bumi, tanah longsor, kebakaran,banjir, angin puting beliung, tsunami dan lainnya.

Program pemberdayaan kapasitas masyarakat ini dilaksanakan untuk mengambil tindakan inisiatif dalam mengurangi dampak bencana yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

Salah satu metode sosialisasi yang dilaksanakan adalah melalui wayangan dengan Dalang Ki Seno Nugroho bersamaan dengan penutupan merti Dusun Tambalan, Gerjen, Kecamaran Pleret, Sabtu (22/09/2018) malam hingga Minggu  (23/09/2018) pagi. Acara wayangan yang dihadiri  ribuan penonton  tersebut bekerja sama  dengan anggota DPRD Bantul, Amir Syarifudin dari Komisi A.

“Saat ini telah memasuki musim Pancaroba, saya berharap masyarakat juga selalu waspada,”kata Dwi Daryanto Kepala BPBD Bantul didampingi Kasi Kesiapsiagaan BPBD Bantul, Teguh Nur Triono SST. Seperti adanya ancaman angin besar dan juga potensi kebakaran. Untuk itu masyarakat dihimbau tidak membakar atau buang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu kebakaran.

Baca Juga :  Memprihatinkan, PNS Belanja Sabu ke Nusakambangan

Juga diminta  melakukan rabas-rabas untuk dahan atau batang pohon yang sekiranya membahayakan. Juga mengoptimalkan peran Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) sehingga dampak bencana bisa diminimalisir.  “Alhamdulillah untuk Kecamatan Pleret semua sudah memiliki FPRB,”kata Dwi.

Sementara itu Amir Syarifudin mengatakan kegiatan wayangan merupakan salah satu bentuk pelestarian  budaya leluhur yang harus dijaga bersama.

Pertunjukan dalang kondang ini kian terasa gayeng dengan hadirnya bitang tamu yang kocak dan menghibur yakni pasangan Mbak Mimin dan Mbak Apri. Dua lelaki yang berdandan ala perempuan lengkap dengan kebaya dan kondenya ini  sukses mengocok perut ribuan penonton dengan banyolan dan tarian yang sangat luwes mereka bawakan pun saat  membawakan fragmen suminten edan.

Baca Juga :  Pengelolaan Keuangan Pemkab Sleman Semakin Bagus

Termasuk juga para tamu yang hadir seperti Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto SH MM, Wakil Ketua DPRD Bantul Nur Subiyantoro S.Kom dan ratusan tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat turut terpingkal-pingkal melihat  aksi keduanya.

“Wayangan ini juga untuk memberian hiburan kepada masyarakat, serta ada ilmu atau tuntutan yang bisa diambil,”kata Amir. Untuk merti dusun Tambalan sebelum digelar wayangan semalan suntuk juga telah digelar kirab  budaya dan berebut gunungan ,  kenduri dan pertunjukan uyon-uyon pada siang harinya. (yve)