Wayang Kulit dan Lawak Tampil Sepanggung

614
Pentas wayang  syukuran peresmian Balai Desa Sasono Sarwo Guno. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Warga Desa Kemloko Kecamatan Kranggan Temanggung saat ini sudah memiliki gedung Balai Desa baru yang representatif untuk digunakan sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Balai desa yang diberi nama Sasono Sarwo Guno itu diresmikan penggunaannya oleh Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Temanggung Drs Suyono MM ditandai pergelaran wayang kulit  bersama dalang Ki Legowo  dengan lakon Wahyu Senopati.  Pergelaran itu berlangsung meriah karena sepanggung dengan lawak Tumiji dan Suwiyah, Selasa (22/08/2017) malam.

Suyono dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Temanggung menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintahan Desa Kemloko yang  berhasil membangun gedung Balai Desa  yang luas dan indah.

Diharapkan  Balai Desa Sasono Sarwo Guno dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berbagai kegiatan di lingkup Pemerintahan maupun kemasarakatan seperti rembug desa, olahraga, kesenian maupun resepsi serta kegiatan lainnya.  Dengan demikian  keberadaan  Balai Desa bermanfaat untuk masyarakat  sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar.

“Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim  saya resmikan gedung Balai Desa Kemloko  Sasono Sarwo Guno  semoga mendapat  barokah dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa  untuk menunjang kelancaran  kegiatan pemerintahan dan kemasarakatan “  ujarnya.

Menurut dia, pemerintah  pusat saat ini memberikan perhatian besar untuk mendorong percepatan pembangunan di pedesaan  dengan mengalokasikan bantuan keuangan hingga miliaran rupiah.

Oleh karena  bantuan keuangan  yang diterima Desa Kemloko yang tahun 2017 ini mendapat  Rp 1,3 miliar digunakan dengan sebaik-baiknya,  transparan dan akuntabel sesuai aturan guna memajukan desa. Dengan demikian   kegiatan pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan optimal demi tercapainya keadilan dan kesejahteraan masarakat.

Terkait  tahun politik 2018 akan dilaksanakan Pemilu kepala daerah baik untuk pemilihan Bupati Temanggung maupun Gubernur Jawa Tengah, Suyono berharap masyarakat tetap menjaga iklim sejuk  dengan mengedepankan  rasa persatuan dan kesatuan.

“Jangan karena berbeda pilihan  mengorbankan  rasa kebersamaan yang sudah terjalin selama ini  hingga timbul perpecahan bahkan permusuhan, namun hendaknya tetap guyub rukun bersama membangun desa,” pintanya.

Kepala Desa Kemloko,  Yamsudi,  menjelaskan pembangunan gedung balai desa dilakukan bertahap  sejak  tahun 2008 saat  Kepala Desa dijabat  oleh seniornya. Dahmin. Anggaran pembangunan bersumber  dari Anggaran Pembangunan Belanja Desa  dan swadaya masyarakat  sekitar Rp 750 juta.

Luasan fisik bangunan berukuran lebar 12 meter dan panjang 30 meter tinggi 8 meter, cukup lebar untuk digunakan berbagai kegiatan  pertemuan, kesenian dan olahraga utamanya bulu tangkis  bahkan bisa untuk resepsi pernikahan.

“Keberhasilan  membangun balai desa  yang kita beri nama Sasono Sarwo Guno  berkat  kerja keras Pemerintahan Desa  dibantu lembaga-lembaga desa yang ada dan   dukungan masyarakat. Sebelumnya  balai desa cuma berukuran kecil  sehingga  kurang memadai untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan,“ ujarnya.

Menurutnya peresmian  balai desa  sengaja dilaksanakan bersamaan dengan  rangkaian kegiatan  peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pentas wayang kulit, sebelumnya dilaksanakan upacara pengibaran bendera, pentas seni kuda lumping dan karnaval keliling  di 13 dusun. Ini sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia dan telah telah berhasil membangun   balai desa yang cukup representatif. (edy)