Wayang Suket dari Kecebong

177
Pelajar dari ASEAN belajar di Rumah Kecebong dalam rangkaian WHCI, Sabtu (08/09/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 45 pelajar dan mahasiswa dari negara-negara anggota ASEAN belajar membuat wayang suket di Rumah Kecebong, Sabtu (08/09/2018). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program World Heritage Camp Indonesia (WHCI) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) RI.

Argo Twikromo, Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) RI disela acara mengungkapkan, kegiatan itu mengajarkan generasi muda untuk memelihara kebudayaan bangsa secara holistik. Sebab sering terjadi kesenjangan antara generasi milenal dengan generasi-generasi sebelumnya dalam mempelajari atau memahami kebudayaan.

“Warisan budaya seringkali hanya dilihat dari satu sisi padahal tidak bisa seperti itu karena dalam warisan budaya yang kasat mata pun memiliki ruh dan filosofi yang bisa jadi panutan,” ujarnya,

Baca Juga :  Menikmati Pasir Putih Pantai Gesing

Karenanya butuh strategi yang tepat untuk mengajarkan kebudayaan secara holistik pada generasi milenial. Beragam makna kebudayaan perlu diajarkan secara kontekstual sesuai kondisi jaman.

“Warisan kebudayaan yang diajarkan perlu diolah dan bisa diterapkan sesuai perkembangan dan konteks kekinian sehingga tidak ada kesenjangan,” tandasnya.

Sementara Yunus Arbi, Kasubid Direktorat Warisan Budaya Benda Dunia Kemendikbud mengungkapkan WHCI digelar sebagai salah satu program pendidikan bagi generasi muda untuk mengenal budaya. Pembelajaran tersebut sangat penting karena merekalah penerus bangsa yang kela akan menjadi bagian dari pengambil kebijakan..

“WHCI sudah digelar sejak tiga tahun terakhir yang diikuti para anak muda dari negara-negara anggota ASEAN,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Yunus berharap mereka bisa menularkan nilai-nilai kebudayaan kepada teman sebaya. Selain itu bisa mengembangkan komunitas-komunitas budaya.(yve)

Baca Juga :  Klaten Tak Punya Kawasan Industri