Wilayah Prambanan Alami Kekeringan, Mana Saja ?

189
Warga Umbulsari B Prambanan menerima droping air bersih dari BPBD Kabupaten Sleman, Senin (18/09/2017).(bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Wilayah perbukitan di Kecamatan Prambanan saat ini dilanda kekeringan pada musim kemarau ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk wilayah perbukitan Kecamatan Prambanan yang dilanda kekeringan pada musim kemarau ini. Kekeringan dan kekurangan air bersih di wilayah tersebut dikarenakan di kawasan tersebut belum memiliki jaringan pipa air masyarakat (Pamsimas).

“Pengerjaan jaringan Pamsimas baru akan akan dikerjakan minggu depan. Baik untuk pengeboran sumur maupun pemasangan jaringannya,” ujar Makwan, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Senin (18/09/2017).

Karena itulah BPBD Sleman mulai menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Sumberharjo Prambanan. Selama beberapa hari terakhir ini bantuan didistribusikan bagi warga di Dusun Umbulsari A dan Umbulsari B.

Baca Juga :  Operasi Zebra Progo Dimulai

Menurut Makwa, pihaknya sudah menyalurkan bantuan air bersih kedua dusun tersebut sejak tanggal 13 September 2017 masing-masing satu tangki berisi 5.000 liter. Droping dijadwalkan sampai Selasa 19 September 2017 mendatang.

Selain dari dua dusun tersebut, belum ada pengajuan penyaluran air dari wilayah lainnya di Kecamatan Prambanan. Dusun-dusun lainnya di Prambanan sampai saat ini belum mengajukan permohonan penyaluran air bersih.

Bantuan masih kami fokuskan di Umbulsari,” tutur Makwan.

BPBD Kabupaten Sleman, lanjut Makwan telah menyiapkan sekitar 100 tangki air bersih untuk menanggulangi bencana kekeringan tahun 2017. Air bersih siap didistribusikan kapanpun sewaktu-waktu ada permintaan dari masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan desa untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya.

Baca Juga :  Abdi Dalem Jamas Pusaka Kyai Turunsih

Sementara Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Prambanan Bandung Bondowoso, Prawoto mengatakan kekeringan dan kekurangan air bersih sebenarnya sudah melanda sejumlah titik di wilayah Prambanan sejak awal September 2017.

“Selain di Umbusari A dan B, kekeringan juga dirasakan warga Sumberharjo lainnya seperti di Dusun Mlakan dan Duwet. Kemudian beberapa titik di Desa Sambirejo dan Gayamharjo. Kami masih mengamati perkembangan,” katanya.

Camat Prambanan Eko Suhargono mengatakan, setidaknya ada 690 Kepala Keluarga (KK) di wilayah perbukitan Prambanan yang mulai mengalami kekeringan pada musim kemarau ini.

“Kami segera mengajukan permohonan pengiriman air karena sudah ada sejumlah daerah yang kesulitan air bersih khususnya untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Eko. (yve)