Wisata Jeep Merapi Dihentikan

140

KORANBERNAS.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman langsung mengambil langkah menghentikan sementara operasional jep wisata “Volcano Tour Merapi” pasca musibah yang menewaskan satu wisatawan akibat armada terperosok ke dalam jurang pada Selasa (19/06/2018).

“Hari ini sementara operasional jep wisata di lereng Merapi dihentikan setelah kejadian musibah kemarin,” kata Drs H Sri Purnomo MSI, Bupati Sleman kepada awak media di rumah dinas Bupati, Rabu (20/06/2018).

Menurut Sri Purnomo atas kejadian tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kapolres Sleman untuk melakukan penertiban dan pengecekan terhadap armada jep wisata lereng Merapi.

“Hari ini Rabu (20/06/2018) Dinas Perhubungan bersama Kepolisian Sleman berkoordinasi melakukan pengecekan untuk kelayakan seluruh armada jep wisata. Nanti yang tidak layak, tidak boleh beroperasi,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menyampaikan, Pemkab Sleman sangat prihatin dan menyesalkan atas musibah yang tidak diinginkan tersebut.

“Ini sangat memprihatinkan, di tengah ramainya wisatawan Lebaran dan banyaknya peminat jep wisata Lava Tour Merapi, justru terjadi musibah yang merenggut korban jiwa,” katanya.

Baca Juga :  Santri Krapyak Demo Tafsir Quran Berbahasa Inggris

Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman sudah tidak henti-hentinya mengingatkan operator jep wisata dalam melayani wisatawan.

“Kami selalu menekankan agar operator mengutamakan keselamatan, supaya mereka tidak lupa untuk selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan,” tutur Sri Purnomo.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Mardiyanta mengatakan pihaknya bersama dengan aparat kepolisian hari ini langsung melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan jep wisata Merapi.

“Kami akan periksa satu per satu, yang tidak layak langsung kami segel dengan gembok agar tidak beroperasi,” katanya.

Ia mengatakan, pemeriksaan ini diperkiarakan akan berlangsung cukup lama mengingat saat ini jumlah armada jip wisata di lereng Merapi lebih dari 800 unit.

“Semua akan kami periksa, dari 29 asosiasi jip wisata di lereng Merapi, terdapat lebih dari 800 kendaraaan yang akan diperiksa kelayakannya,” katanya.

Seperti diberitakan, kecelakaan jip wisata tersebut terjadi pada Selasa 19 juni 2018 pukul 14.15 WIB di Dusun Tangkisan, Umbulharjo Cangkringan, Sleman.

Baca Juga :  Infeksi Masih Jadi Masalah Serius

Satu unit kendaraan Jeep Willys dengan nomor polisi H-8010-AB di rute jip lava tour Merapi terperosok ke dalam jurang sedalam empat meter. Kejadian tersebut akibat jip wisata yang dikemudikan Teguh Nugraha (43) warga Kaliurang Barat RT 05/RW 18, Hargobinangun Pakem, Sleman tersebut mengalami masalah pada setir kendaraan.

Sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan dan kemudian terperosok ke jurang sedalam empat meter. Dalam kejadian tersebut satu korban meninggal dunia atas nama Ny Enny Fatmawati (42) warga Perum Bumi Mutiara RT 07 RW 33, Bojongkulon, Gunung Putri, Bogor.

Sedangkan korban luka yakni Sandhy Mas Nugroho (14) warga Cokro Tulung Klaten, Ngatmadi (54) warga Cokro Tulung Klaten, Ny Atik Rahmawati (40) warga Cokro Tulung Klaten dan Ny Sriyatun (52) warga Cokro Tulung Klaten.

Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem Sleman. (yve)