Wisatawan Hilang Ditelan Ombak Pantai Baron

273
Tim SAR melakukan pencarian korban yang hilang ditelan ombak Pantai Baron, Selasa (26/12/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Seorang wisatawan Pantai Baron Gunungkidul hilang ditelan ombak saat berenang di sekitar aliran sungai bawah tanah yang bermuara di pantai tersebut, Selasa (26/12/2017) pagi. Sampai saat ini Tim SAR Satlinmas Korwil II masih melakukan pencarian terhadap korban.

Sekretaris SAR satlinmas Korwil II Gunungkidul, Surisdiyanto, menyampaikan kejadian ini bermula saat korban Ilham Desta Andriyanto (15) warga Giring Paliyan Gunungkidul, yang merupakan siswa SMPN 2 Paliyan berenang bersama teman-temannya sekitar pukul 06:00.

“Korban berenang di aliran sungai pantai Baron bersama teman-temannya di zona merah bahaya I. Korban yang tidak bisa berenang tenggelam karena terseret arus,” kata Suris saat dihubungi Selasa.

Melihat temannya tenggelam, teman korban langsung meminta tolong tim SAR yang sedang bertugas. Petugas yang melakukan pencarian tak membuahkan hasil.

Sebab, kedalaman air mencapai sekitar 4 meter dan ditambah arus sungai.  “Kami melakukan pencarian menggunakan kapal jukung, jet ski dan tim selam,” ucapnya.

Menurut dia, petugas sudah setiap saat mengingatkan wisatawan untuk tidak berenang di sekitar zona berbahaya, baik menggunakan pengeras suara ataupun rambu.

Bahkan petugas yang berpatroli pun sudah mengingatkan, tetapi sebagian wisatawan sering nekat.

Selama libur Natal dan Tahun Baru 2018, puluhan ribu pengunjung setiap hari memadati pantai di Gunungkidul. Tercatat di Dinas Pariwisata sudah lebih dari 68.000 pengunjung yang sebagian besar mengunjungi pantai.

Untuk membantu Tim SAR,  Satlinmas diberikan bantuan dari Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) DIY dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

“Dari BPBD DIY kami dapat pinjaman satu kapal untuk pengamanan. Basarnas membantu ikut pengamanan dengan 10 personel dan dua jetski,” kata Marjono, Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul.

Namun demikian, keselamatan pengunjung tergantung pribadi masing-masing wisatawan. Artinya jika wisatawan mau mematuhi rambu dan himbauan petugas maka kecil kemungkinan untuk kecelakaan laut.

“Kami berharap wisatawan untuk mematuhi peraturan, hal ini demi keselamatan mereka,” ujarnya. (sol)