Wisatawan Kanada Terseret Ombak Pantai Krakal

167
Wisatawan asal Kanada usai diselamatkan Tim SAR karena terseret ombak Pantai Krakal, Jumat (17/11/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Seorang wisatawan asing asal Kanada, Setif Cori (28), terseret ombak saat menikmati liburan dan bermain air di Pantai Krakal wilayah Desa Ngestirejo Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul, Jumat (17/11/2017).

Beruntung korban berhasil diselamatkan  Tim  SAR yang  saat kejadian berjaga di tepi pantai. “Kondisi kesehatan  korban lemas dan  menjalani pertolongan medis di puskesmas setempat,” kata Sakim, anggota Tim SAR Korwil II Gunungkidul, usai melakukan pertolongan pada korban.

Kejadian ini bermula saat wisatawan asing  tersebut berwisata ke Pantai Krakal. Dia bersama beberapa wisatawan lainnya  langsung  bermain air  laut.

Karena terlalu asyik, dia  tidak  menyadarai berenang terlalu ke tengah. Tiba-tiba datang ombak cukup besar  menggulung tubuh  korban.

Baca Juga :  Tekan Kasus Kekerasan Anak, Ini Caranya

Meskipun korban pandai berenang tetapi lantaran kondisi  perairan laut sedang gelombang tinggi, dia langsung terseret ombak  hingga ratusan meter dari bibir pantai.

“Kejadiannya begitu cepat dan langsung diketahui tim SAR, beruntung dia berhasil  diselamatkan,“ ujar Sakim.

Korban yang  syok  kemudian dibawa ke Posko SAR selanjutnya dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Kecelakaan laut di pantai  selatan tersebut terjadi karena wisatawan tidak mengindahkan imbauan dari petugas SAR terdekat.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut  Koordinator SAR, Marjono, sudah   meminta seluruh wisatawan untuk mematuhi imbauan tidak mandi maupun bermain air di kawasan pantai.

“Kami berharap wisatawan bisa mematuhi imbauan kami untuk tidak bermain air maupun mandi di laut agar kecelakaan laut menimpa wisatawan bisa dicegah” terangnya.

Baca Juga :  Kala SBY Pulang Kampung

Terpisah Korwil 2 SAR Satlinmas, Marjono, mengaku tidak kurang-kurang mengingatkan wisatawan tetapi tidak digubris. Padahal saat ini sebagaimana diisyaratkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sedang terjadi gelombang tinggi dan naik antara 1,5-2,5 meter.

“Korban berhasil kita selamatkan dan kini dalam perawatan medis akibat minum air laut terlalu banyak,” terangnya. (sol)