Wisatawan Kangen dan Ingin Kembali

93

KORANBERNAS.ID — Kendati baru dilantik seminggu sebagai Camat Pajangan, Drs Sambudi Riyanto langsung  sigap di lapangan. Salah satunya mencanangkan program dengan tagline Asli Ngangeni.

Tagline ini bermakna Kecamatan Pajangan  menyajikan protensi lokal yang dimiliki dengan menjaga keaslian apa adanya.

Kuliner, UMKM, wisata ataupun sektor lain diolah maksimal sehingga nantinya wisatawan kangen dan kembali ke Pajangan. “Saya ingin tagline Asli Ngangeni ini dijabarkan  dalam arti luas,” kata Camat Sambudi kepada koranbernas.id, pekan lalu.

Tujuannya tidak lain untuk memajukan kecamatan Pajangan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, menyerap tenaga kerja serta menekan angka kemiskinan.

“Untuk bisa menjabarkan dan kemudian membuat program serta melaksanakannya, perlu kerja sama semua pihak terkait,” kata suami dari Rinanti Dwi Astuti itu.

Di antaranya unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah termasuk pemerintah kecamatan dan pemerintah desa hingga tataran pedukuhan dan RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna serta semua elemen masyarakat Pajangan.

Baca Juga :  Verifikasi Selasa, Parpol Lama mulai Ketar-Ketir

Tanpa dukungan dan kesolidan dari semua unsur, tidak mungkin segala program bisa berjalan maksimal.

“Perlu sinergitas dengan semua eleman agar Pajangan ini bisa semakin maju dan berkembang. Salah satu caranya dengan membuka keran komunikasi, sehingga  apa yang menjadi program pemerintah bisa tersampaikan dengan baik ke bawah, kemudian dilaksanakan secara bersama-sama,” kata ayah dari Isa Ardyatmika dan Edwin Nur Wicaksana ini.

Begitu dilantik oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono, dirinya langsung terjun ke masyarakat untuk silaturahim dan memperkenalkan diri. Sekaligus mengetahui problem yang ada di tengah masyarakat, kemudian dibahas dan dicarikan solusinya bersama-sama.

“Kebetulan di tahun 2006 saya pernah menjadi Sekcam Pajangan selama setahun. Ini juga menjadi bekal bagi saya untuk menambah informasi dan wawasan mengenai Pajangan,” kata alumnus jurusan Administrasi Pendidikan UNY tahun 1986 tersebut.

Baca Juga :  Dukungan untuk Gubernur NTB ke Panggung Nasional Muncul di Jogja

Selain bekal  informasi dan juga kekuatan dukungan dari semua elemen, pria kelahiran Yogyakarta 52 tahun silam tersebut juga akan membenahi internal  Pemerintah Kecamatan.

Misalnya, peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan dengan berbagai pelatihan agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sekaligus  mampu menterjemahkan serta melaksanakan program  yang ada dengan sebaik-baiknya.

“Semua aparatur  dituntut  mampu menterjemahkan segala potensi kewilayahan. Potensi itu bisa digali dan  dikembangkan menjadi sektor yang mampu mendongkrak kemajuan wilayah Pajangan,” kata dia.

Tak lupa, pria yang mengawali karier sebagai pegawai Kantor Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Bantul tahun 1992 tersebut, meminta semua aparatur harus kompak, solid, seiring sejalan untuk bisa  memberikan pelayanan prima seperti harapan masyarakat. (sol)