Wiwitan Tandai HUT Kota Jogja

32
Walikota Yogyakarta ikut bernyanyi pada acara wiwitan menandai dimulainya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-262 Kota Yogyakarta. (w asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) kota Yogyakarta ke 262, sejumlah acara digelar. Rangkaian acara dimulai dengan upacara Wiwitan di jembatan Segoro Amarto Kleringan, Senin (1/10/2018).

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti hadir membuka acara bertajuk Festival Kota Jogja (FKJ) tersebut. Sebelumnya Haryadi mengajak tamu untuk berdoa bagi korban gempa Lombok, Palu dan Donggala.

Menurutnya, Kota  Yogyakarta berusia 262 tahun. Dalam usia yang sudah tua, Kota Yogyakarta diharapkan semakin bermanfaat untuk masyarakat.

“Masyarakat diharapkan turut membangun kota Yogyakarta. Jadilah tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta,” paparnya.

Terkait pacara wiwitan, acara tersebut digelar dengan maksud memperbesar partisipasi masyarakat dalam bersinergi dengan pemerintah. Apalagi perayaan HUT kota Yogyakarta merupakan persembahan pemkot untuk seluruh masyarakat .

Baca Juga :  Tidak Ditemukan ASN Bolos Kerja

Aman Yuriadijaya, Asisten Perekonomian Pemkot Yogyakarta mengungkapkan, FKJ digelar hingga 31 oktober 2018.

“Saya melaksanakan perintah untuk menjalankan kegiatan peringatan HUT kota Yogya dalam festival kota Yogyakarta,” jelas Aman.

Serangkaian acara dalam FKJ antara lain Malioboro Night Coffee Festival, Selasa (2/10/2018), Jogja Great Festival, Kamis (4/10/2018) di Galeria Mall, Wayang Jogja Night Carnival, Minggu (7/10/2018) di Tugu, donor darah, Rabu (10/10/2018) di Graha Pandawa,  Festival Distro, Sabtu-Minggu (13-14/10/2018) di Kridosono.

Selain itu Festival Burung Berkicau, Minggu (14/10/2018) di Balaikota, Grebeg Pasar Jogja, Sabtu (20/10/2018) di Beringharjo, jalan sehat, Minggu (21/10/2018) di Mandala Krida, Jogja Kreatif, Minggu (28/10/2018), di Jalan Sudirman, Festival Jemparingan, Minggu (28/10/2018) di lapangan Kodim dan Pungkasan, Rabu (31/10/2018).(sol)

Baca Juga :  Kata Petani, Sumur Pantek Lebih Irit