WNA Asal Jerman Tertegun Saat Ikut Nyadran Agung

548
Warga berebut gunungan saat digelar Nyadran Agung di Alun-alun Wates Kulonprogo, Sabtu (05/05/2018) sore, guna menyambut datangnya bulan suci Ramadan. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten Kulonprogo Sabtu (05/05/2018) sore di Alun-alun Wates, menggelar Nyadran Agung, acara rutin tahunan guna menyambut datangnya bulan puasa.

Di antara ribuan warga serta para perantau yang mudik, tampak beberapa orang asing, seorang di antaranya WNA asal Jerman, Sven (50). Dia tertegun sekaligus kagum dengan kebudayaan Jawa yang ditampilkan melalui Nyadran Agung.

Sven baru pertama kali melihat dan terlibat langsung dalam prosesi Nyadran Agung. Dia bahkan mengenakan pakaian kejawen.

“Dulu di Keraton Ngayogyakarta pernah lihat. Tapi baru pertama kali ini ikut di dalam prosesinya,” ujarnya.

Semarak Nyadran Agung kali ini ditandai hadirnya 25 gunungan dari 12 kecamatan, dinas serta instasi Pemkab Kulonprogo maupun BUMD.

Baca Juga :  Penyakit Langka Ini Tiba-tiba Hilangkan Keceriaan Tsania

Ke-25 gunungan dikirab terlebih dahulu dari Halaman Kantor DPRD Kulonprogo hingga Alun-alun Wates, dengan dikawal dua bregada kejawen.

Seperti tahun lalu, antusiasme warga menyaksikan acara seperti ini begitu tinggi. Bahkan sebelum prosesi doa selesai, sebagian besar gunungan ludes diserbu ribuan warga.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan acara ini perlu dilestarikan mengingat semangat dan antusiasme warga sangat menarik. Artinya masyarakat bisa menerima acara ini.

Hasto berharap masyarakat bisa bersilaturahim satu sama lain. Selain itu, Nyadran Agung juga merupakan ritual untuk mendoakan para leluhur yang telah meninggalkan dunia.

Asisten Keistimewaan Setda DIY, Didik Purwadi, yang mewakili Gubernur DIY mengapresiasi kegiatan khas Kulonprogo tersebut. Nyadran Agung merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan.

Baca Juga :  12.767 KK Msih Menggunakan Jamban Tidak Aman

“Ritual ini sudah dikenal sejak dulu dengan istilah Sadra, yang artinya keyakinan. Ini merupakan salah satu warisan yang kaya nilai sosial baik secara horizontal kepada Tuhan Yang Maha Esa ataupun vertikal sesama masyarakat,” kata dia.

Di ujung acara ini ada beberapa gunungan diperebutkan oleh pengunjung. Perebutan gunungan kue apem, sayuran hingga ingkung ayam ini tentu sangat meriah. (sol)