Yudhistira Tampil di Sastra Bulan Purnama

380
Yudhistira Adinugraha Massardi

Yudhistira Adinugraha Massardi, penyair yang kini tinggal di Bekasi, akan tampil membacakan puisi karyanya di Sastra Bulan Purnama edisi 72, Rabu 6 September 2017, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul.

Dua buku puisi terbarunya masing-masing berjudul “Perjalanan 63 Cinta” dan “99 Sajak”, keduanya diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia akan dibacakan oleh Yudhis, dan dua di antaranya diolah menjadi lagu oleh Rimawan Ardono atau yang lebih dikenal dengan nama Donas.

Sudah  50 tahun Yudhis tidak ke Jogja. Yudhis pernah tinggal menetap di Jogja tahun 1967. Saat itu dia bergabung dalam Persada Studi Klub asuhan Umbu Landu Paranggi bersama dengan Emha Ainunan Najin, (alm) Linus Suryadi AG, Sutirman Eka Ardhana, Iman Budhi Santosa dan sejumlah nama lain. Tajuk Sastra Bulan Purnama edisi 72 “Yudhis Kembali Ke Yogya Membaca Sastra”.

Bagi Yudhis, penampilannya di Sastra Bulan Purnama ini sekaligus menjadi acara nostalgia. Sebuah perjalanan “kembali ke Jogja” yang sungguh panjang: 50 tahun!. Ternyata ia memerlukan waktu setengah abad untuk menjalani proses belajar membaca (dan menulis) sastra yang belum kunjung berakhir.

“Dimulai sejak 1967 tatkala saya masuk ke Jogja sebagai siswa baru di kelas 1 (SMP) Taman Dewasa Jetis. Dan kini “pulang” ke Tembi Rumah Budaya, untuk lanjut membaca sastra. Sebuah acara yang mendebarkan, ditemani oleh teman-teman yang kebanyakan belum kukenal, dan mungkin akan disaksikan oleh para penonton yang baru akan kukenal. Semoga bisa menjadi silaturahim yang tak hanya sentimental, melainkan juga bermakna: menjadi tempat bertemunya… Ah, pokoknya aku ingin menjadi anak spiritual kota Jogja yang mudik ke kampung sastra, tempat bertemunya segala yang baik dan yang ndesit,” kata Yudhsitira Massardi.

Selain Yudhis, beberapa penyair dan pembaca yang akan tampil membaca karya-karya Yudhistira yang ditulis tahun 1970-an, Sutirman Eka Ardhana, kawan akrab Yudhis sejak di Persada Studi Klub akan membacakan puisi, salah satunya berjudul “Biarin”, dan Halida Wibawaty, seorang dokter mata yang memiliki perhatian terhadap sastra dan beberapa kali tampil di Sastra Bulan Purnama,  akan membacakan dua puisi Yudhistira salah satunya bberjudul  “Rudi Jalak Gugat”.

Yudhistira sendiri akan membacakan puisi di antaranya berjudul “Sajak 9 Rindu” dari kumpulan puisi “99 Sajak”, dan dari kumpulan puisi “Perjalanan 63 Cinta” ia akan membacakan puisi berjudul “50”,  “60”, “61” dan “63”.

“Terakhir saya akan membacakan sajak-sajak dari kumpulan yang segera terbit berjudul “Luka Cinta Jakarta”,” kata Yudhistira.

Beberapa pembaca lainnya, Margono, Aly D.Musyriwa, Ninuk Nirawati, Dita Yulia Paramita, Memet Chairul Slamet, Rudi Yesus dan Umu S. Winarno. Mereka akan membaca puisi karya Yudhis yang terbaru dan puisi-puisi lama yang ditulis tahun 1970-an dan  terkumpul dalam buku “Sajak Sikat Gigi” dan “Rudi Jalak Gugat”.

Sastra Bulan Purnama edisi 72 ini, demikian Ons Untoro koordinator Sastra Bulan Purnama menjelaskan, menandakan usianya sudah 6 tahun. Satu usia yang masih kanak-kanak untuk kehidupan manusia, tetapi untuk kegiatan sastra, usia 6 tahun, merupakan usia yang cukup bisa bertahan.

“Selama enam tahun Sastra Bulan Purnama, telah banyak penyair dari berbagai kota, tidak hanya dari Jogja,  yang ditampilkan, dan puluhan buku puisi dilaunching,” ujar Ons Untoro.

Menandai 6 Tahun Sastra Bulan Purnama, Yudhistira, penyair yang pernah tinggal di Jogja, kembali ke Jogja menuju Tembi Rumah Budaya untuk membacakan puisi-puisi karyanya. (*/arie giyarto)